a1News.id, | Luwu | 11 April 2026 — Upaya pemberdayaan ekonomi masyarakat kembali dilakukan melalui pelatihan usaha bagi nasabah Mekaar yang digelar di Kantor Serba Guna Bakti, Kecamatan Ponrang selatan.
Kegiatan ini dihadiri oleh tim PT Prima Karya Sarana Sejahtera (PKSS), Kepala Unit Mekaar, serta 35 nasabah Mekaar.
Pelatihan mengusung tema “Bertani Hemat Biaya, Panen Maksimal” dengan fokus pada peningkatan kapasitas pelaku UMKM sektor pertanian dalam mengelola usaha secara efisien dan berkelanjutan.
Materi yang diberikan mencakup strategi praktis menekan biaya produksi, meningkatkan hasil panen, hingga menciptakan sumber penghasilan tambahan berbasis usaha tani.
Dalam pemaparannya, Askar Lukman selaku pemateri dari PT Prima Karya Sarana Sejahtera (PKSS) menekankan bahwa keberhasilan petani UMKM sangat ditentukan oleh kemampuan mengelola biaya dan produksi secara cerdas.
“Kunci utamanya adalah bagaimana petani mampu menekan kehilangan hasil, meningkatkan mutu produk, serta menentukan waktu jual yang tepat agar memperoleh harga optimal,” ujarnya.
Peserta juga dibekali pemahaman terkait manajemen pascapanen, seperti teknik penyimpanan yang efisien. Dengan penerapan metode sederhana, seperti penggunaan gudang berventilasi, rak bertingkat, serta sistem rotasi stok first in first out (FIFO), kehilangan hasil panen dapat ditekan hingga 20–30 persen.
Selain itu, aspek sortasi dan peningkatan kualitas produk turut menjadi perhatian. Produk yang disortir berdasarkan ukuran, warna, dan tingkat kerusakan dinilai mampu meningkatkan nilai jual hingga 15–25 persen. Kemasan yang bersih dan rapi juga dinilai membuka peluang akses ke pasar yang lebih luas, termasuk pasar modern.
Dalam hal pemasaran, peserta diarahkan untuk lebih cermat membaca tren harga dan menentukan waktu panen.
Petani dianjurkan menjual produk pada saat permintaan pasar meningkat, bukan ketika pasokan melimpah, guna memperoleh keuntungan maksimal.
Tak hanya itu, pelatihan ini juga mendorong diversifikasi usaha melalui tanam sela dan pengolahan produk turunan.
Strategi ini dinilai mampu memperkuat ketahanan ekonomi petani dengan menambah sumber pendapatan serta memanfaatkan seluruh potensi hasil tani, termasuk limbah yang dapat diolah menjadi kompos, pakan ternak, maupun bahan bakar alternatif.
Sementara itu, dalam sesi perencanaan usaha, peserta diajarkan mengelola modal Mekaar secara efektif melalui pembagian alokasi biaya, perencanaan siklus tanam, serta pencatatan keuangan sederhana.
Langkah ini diharapkan mampu menjaga stabilitas arus kas dan meningkatkan keberlanjutan usaha tani.
Melalui pelatihan ini, diharapkan para nasabah Mekaar di wilayah Ponrang selatan dapat mengembangkan usaha pertanian yang lebih produktif, efisien, dan berdaya saing, sekaligus meningkatkan kesejahteraan ekonomi keluarga.
(Yrl)









