BENNER ATAS

 


Pelatihan UMKM Mekaar di Bua, Dorong Petani Terapkan Strategi Hemat Biaya dan Panen Maksimal

Editor : SRL
Sabtu, April 11, 2026 WIB Last Updated 2026-04-14T08:23:39Z

 

a1News.id, | Luwu | 11 April 2026 — Upaya pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui penguatan kapasitas pelaku usaha mikro kembali digelar di Kecamatan Bua.

Pelatihan bagi nasabah Mekaar berlangsung di Kantor Camat Bua dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Ibu Sekretaris Camat (Sekcam) Bua, tim PT Prima Karya Sarana Sejahtera (PKSS), Kepala Unit Mekaar, serta 35 nasabah Mekaar.

Pelatihan mengangkat tema “Bertani Hemat Biaya, Panen Maksimal” yang berfokus pada peningkatan efisiensi usaha tani dan penguatan daya saing sektor pertanian berbasis UMKM.

Materi pelatihan mencakup strategi praktis dalam menekan biaya produksi, meningkatkan produktivitas hasil panen, serta membuka peluang sumber pendapatan tambahan berbasis usaha pertanian. Peserta juga mendapatkan pembekalan terkait pengelolaan usaha yang berkelanjutan.

Pemateri dari PT Prima Karya Sarana Sejahtera (PKSS), Askar Lukman, menekankan pentingnya manajemen biaya dan produksi yang efektif dalam menunjang keberhasilan usaha tani.

“Kunci utama terletak pada kemampuan petani dalam menekan potensi kehilangan hasil, meningkatkan kualitas produk, serta menentukan waktu penjualan yang tepat agar memperoleh harga optimal,” ujarnya.

Selain itu, peserta diberikan pemahaman mengenai manajemen pascapanen, termasuk teknik penyimpanan yang efisien. Penerapan metode sederhana seperti penggunaan gudang berventilasi, rak bertingkat, serta sistem rotasi stok first in first out (FIFO) dinilai mampu menekan kehilangan hasil panen hingga 20–30 persen.

Aspek peningkatan kualitas produk juga menjadi perhatian dalam pelatihan ini. Proses sortasi berdasarkan ukuran, warna, dan tingkat kerusakan disebut dapat meningkatkan nilai jual produk hingga 15–25 persen. Kemasan yang bersih dan rapi turut membuka peluang akses ke pasar yang lebih luas, termasuk pasar modern.

Dalam aspek pemasaran, peserta didorong untuk lebih cermat membaca dinamika harga pasar dan menentukan waktu panen yang tepat.

Penjualan produk pada saat permintaan meningkat dinilai lebih menguntungkan dibandingkan saat pasokan melimpah.

Pelatihan ini juga mendorong diversifikasi usaha melalui pola tanam sela serta pengolahan produk turunan. Strategi tersebut diharapkan dapat memperkuat ketahanan ekonomi petani dengan menambah sumber pendapatan, sekaligus memanfaatkan limbah pertanian menjadi kompos, pakan ternak, maupun bahan bakar alternatif.

Pada sesi perencanaan usaha, peserta dibekali kemampuan mengelola modal Mekaar secara efektif melalui pengaturan alokasi biaya, perencanaan siklus tanam, serta pencatatan keuangan sederhana. Langkah ini dinilai penting untuk menjaga stabilitas arus kas dan keberlanjutan usaha.

Melalui pelatihan ini, nasabah Mekaar di wilayah Bua diharapkan mampu mengembangkan usaha pertanian yang lebih produktif, efisien, dan berdaya saing, sekaligus berkontribusi terhadap peningkatan kesejahteraan ekonomi keluarga.


Komentar

Tampilkan

Berita Terkini