Notification

×

BENNER UP

ADS

SMAN 1 Palopo Gelar IHT Pembelajaran Mendalam, Ridwan Syam Dorong Guru Terus Berinovasi

15 Juli 2026 | 22.28 WIB | 0 Views Last Updated 2026-07-16T14:48:31Z

 


 A1News.id  | PALOPO | — SMA Negeri 1 Palopo menggelar In-House Training (IHT) dalam rangka menyambut Tahun Ajaran 2026/2027. Kegiatan yang berlangsung di ruang guru SMAN 1 Palopo ini mengangkat tema 


"Penguatan Kompetensi Guru dalam Pembelajaran Mendalam untuk Meningkatkan Kualitas Pembelajaran Tahun Ajaran 2026/2027".


Kegiatan tersebut menghadirkan Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah XI (Luwu dan Palopo), Ridwan Syam, S.Sos., M.M., sebagai narasumber utama. Kehadirannya disambut Kepala SMAN 1 Palopo, Syukur, S.Pd., M.Si., bersama jajaran wakil kepala sekolah, guru, dan staf administrasi yang mengikuti kegiatan dengan antusias.


Dalam pemaparannya, Ridwan Syam menegaskan bahwa profesi guru merupakan bentuk pengabdian yang memiliki nilai sosial dan spiritual, sehingga tidak dapat dipandang sekadar sebagai pekerjaan rutin.


"Guru harus selalu semangat. Profesionalisme dan kinerja kita di ruang kelas tidak hanya dihitung sebagai pemenuhan kewajiban, tetapi juga memiliki nilai pahala dan nilai sosial yang mulia. Kita sedang mempersiapkan generasi penerus yang akan melanjutkan tongkat estafet kepemimpinan di masa depan," ujarnya.


Ridwan mengibaratkan proses pembelajaran seperti mengisi sebuah bak dengan air yang jernih. Menurutnya, guru harus memastikan ilmu yang diberikan kepada peserta didik berasal dari pemikiran yang matang, disampaikan dengan ketulusan, serta mampu menginspirasi siswa untuk terus berkembang.


Karena itu, ia mendorong seluruh tenaga pendidik agar senantiasa berpikir kritis, kreatif, dan inovatif dalam mengembangkan metode pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan zaman.


Untuk mendukung lahirnya inovasi di lingkungan pendidikan, Cabang Dinas Pendidikan Wilayah XI juga telah meluncurkan sebuah aplikasi yang menjadi wadah bagi guru dan kepala sekolah untuk mengunggah berbagai inovasi pembelajaran. 


Aplikasi tersebut akan terintegrasi dengan penilaian Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP), di mana setiap inovasi yang diajukan harus dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah dan akan melalui proses penilaian oleh tim pakar di tingkat provinsi.


Selain itu, Ridwan mengungkapkan pihaknya kembali mengaktifkan Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) di tingkat kelompok maupun kabupaten sebagai ruang kolaborasi antarguru dalam menghasilkan berbagai inovasi pembelajaran.


"Saya mengaktifkan kembali seluruh MGMP, baik di tingkat kelompok maupun kabupaten. Ini adalah wadah untuk berkolaborasi. Kita tidak bisa berjalan sendiri-sendiri, semua harus bersinergi demi melahirkan inovasi baru," katanya.


Sejalan dengan tema deep learning yang diusung SMAN 1 Palopo, Ridwan memaparkan empat arah kebijakan utama dalam peningkatan mutu pembelajaran.


Pertama, pembelajaran harus berpusat pada peserta didik dengan memberikan ruang yang luas bagi siswa untuk mengeksplorasi, mengolah, dan mempresentasikan pengetahuan secara aktif.


Kedua, pembelajaran harus bersifat bermakna melalui penerapan konsep pembelajaran mendalam (deep learning) yang meninggalkan pola konvensional menuju pendekatan yang lebih adaptif.


Ketiga, penguatan karakter menjadi bagian penting dalam membentuk peserta didik yang berintegritas, disiplin, bertanggung jawab, peduli, dan mampu bekerja sama.



Keempat, pengembangan kompetensi diarahkan pada penguatan kemampuan berpikir kritis, kreatif, komunikasi, kolaborasi, serta pemanfaatan teknologi secara bijak dalam proses pembelajaran.


Sementara itu, Kepala SMAN 1 Palopo, Syukur, S.Pd., M.Si., berharap pelaksanaan IHT menjadi bekal bagi seluruh guru dalam meningkatkan kualitas pembelajaran di kelas serta mampu menghadirkan inovasi yang berdampak pada peningkatan mutu pendidikan di sekolah.


Melalui sinergi antara Cabang Dinas Pendidikan Wilayah XI, pihak sekolah, guru, dan tenaga kependidikan, SMAN 1 Palopo optimistis mampu menyongsong Tahun Ajaran 2026/2027 dengan menghadirkan pembelajaran yang lebih inovatif, bermakna, dan berorientasi pada pengembangan karakter serta kompetensi peserta didik.