BENNER ATAS

 


Kolaborasi BAZNAS dan Kemendes Sasar Ribuan Desa di Indonesia

Senin, 4/06/2026 WIB Last Updated 2026-04-10T10:21:16Z
masukkan script iklan disini
masukkan script iklan disini

 


A1news.id | Jakarta,--Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI bersama Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT) sepakat mengintegrasikan program pengelolaan zakat guna memperkuat ekosistem ekonomi perdesaan. Kesepakatan tersebut dicapai dalam audiensi kedua lembaga di Jakarta, Senin (6/4/2026).


Kolaborasi ini akan diwujudkan melalui sejumlah program, antara lain pembentukan Unit Pengumpul Zakat (UPZ) di tingkat desa. Langkah ini dinilai strategis untuk mengoptimalkan penghimpunan zakat langsung dari masyarakat. Selain itu, kerja sama juga mencakup sektor produktif, seperti pengembangan peternakan melalui program Balai Ternak BAZNAS serta penguatan ekonomi warga melalui sinergi dengan koperasi desa.


Ketua BAZNAS RI, Sodik Mudjahid, mengatakan model “Desa Zakat” di Kabupaten Ciamis akan dijadikan percontohan awal sebelum diterapkan di daerah lain. Ia menyebut Kabupaten Serang sebagai wilayah yang diproyeksikan menjadi lokasi pengembangan berikutnya.


“Percontohan sudah ada di Ciamis, dengan tingkat kesadaran zakat masyarakat yang tinggi. Model ini akan menjadi referensi utama, dan dalam waktu dekat kami proyeksikan Kabupaten Serang sebagai area pengembangan selanjutnya,” ujar Sodik dalam keterangan tertulis.


Menurutnya, BAZNAS akan menyinergikan program pemberdayaan tersebut dengan basis data dan jaringan Kemendes PDT hingga ke tingkat desa. Pembentukan UPZ Desa disebut sebagai salah satu instrumen utama dalam membangun kemandirian ekonomi berbasis filantropi Islam.


Sementara itu, Menteri Desa dan PDT, Yandri Susanto, menyampaikan apresiasi atas inisiatif kolaborasi tersebut. Ia menilai integrasi program seperti UPZ Desa sejalan dengan upaya pemerintah dalam memperkuat ekonomi masyarakat desa secara berkelanjutan.

“Kami melihat banyak potensi kerja sama yang bisa dikembangkan bersama BAZNAS. Salah satu yang paling strategis adalah pembentukan UPZ Desa sebagai penggerak kemandirian ekonomi masyarakat,” kata Yandri.


Ia menambahkan, pihaknya akan mendukung penuh implementasi program, termasuk melalui sosialisasi yang lebih masif agar menjangkau masyarakat luas. Salah satu strategi yang disiapkan adalah pemanfaatan media sosial dengan melibatkan berbagai pihak, termasuk influencer.


Audiensi tersebut turut dihadiri jajaran pimpinan kedua lembaga. Dari BAZNAS, hadir pimpinan bidang pendistribusian dan pendayagunaan Rizaludin Kurniawan. Sementara dari Kemendes PDT, turut mendampingi Sekretaris Jenderal Taufik Madjid serta Kepala Badan Pengembangan dan Informasi Desa dan Daerah Tertinggal Mulyadin Malik.


Kolaborasi ini diharapkan mampu memperkuat tata kelola zakat sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi desa yang lebih inklusif dan berkelanjutan.

Komentar

Tampilkan

Terkini

PENDIDIKAN

+