Notification

×

Iklan tengah atas

Benner Up / infotorial

Ridwan Syam Buka Diseminasi BCKS di SMAN 6 Palopo, Tekankan Kepemimpinan Adaptif dan Inovatif

10 September 2026 | 16.44 WIB | 0 Views Last Updated 2026-09-10T08:44:03Z


A1News.id  | PALOPO | — SMA Negeri 6 Palopo menggelar Diseminasi Diklat Bakal Calon Kepala Sekolah (BCKS) 2026 dengan mengusung proyek transformasi kepemimpinan sekolah yang berdampak. Kegiatan tersebut menjadi wadah berbagi praktik dan gagasan untuk mendorong lahirnya inovasi dalam pengelolaan satuan pendidikan.


Diseminasi tersebut mengangkat tema “Gerakan Ekologi Minim Sampah melalui Tumbler, Budidaya Maggot dan Aplikasi Jejak Hijau sebagai Penguatan Budaya Sekolah.”


Kegiatan dihadiri Pengawas UPT SMAN 6 Palopo Arifin, S.Pd., M.M., Ketua MKKS SMA Kota Palopo, Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah XI Ridwan Syam, S.Sos., M.M., jajaran guru serta tenaga kependidikan SMAN 6 Palopo.


Mewakili Kepala SMAN 6 Palopo, Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan Ilyas menyampaikan permohonan maaf karena kepala sekolah tidak dapat hadir dalam kegiatan tersebut lantaran adanya agenda lain yang wajib dihadiri.


Ia mengatakan, pelaksanaan diseminasi BCKS menjadi kesempatan penting bagi sekolah untuk mendapatkan informasi sekaligus mengadopsi berbagai program yang dapat diterapkan di lingkungan SMAN 6 Palopo.


“Tentunya bukan hanya program BCKS yang penting, tetapi program-program yang dihasilkan juga bisa diterapkan di sekolah kita,” ujarnya.


Menurutnya, inovasi yang dihasilkan melalui program tersebut diharapkan mampu menjadikan SMAN 6 Palopo sebagai salah satu sekolah yang dapat menjadi contoh dalam penerapan budaya sekolah yang positif.


“Harapan kami, program ini bisa diterapkan di sekolah kita dan SMAN 6 Palopo bisa menjadi sekolah percontohan. Mewakili sekolah, kami juga memohon maaf apabila dalam pelaksanaan kegiatan ini masih terdapat kekurangan,” tambahnya.


Sementara itu, Pengawas UPT SMAN 6 Palopo, Arifin, S.Pd., M.M., mengatakan program yang dipaparkan dalam kegiatan tersebut sejalan dengan sejumlah prioritas pendidikan, khususnya terkait pencegahan perundungan dan pengelolaan sampah di lingkungan sekolah.


“Yang akan dipaparkan merupakan program yang sejalan dengan prioritas Gubernur, yakni terkait no bully dan persoalan sampah. Termasuk bagaimana membangun budaya sekolah yang bersih, termasuk WC bersih,” katanya.


Arifin mengajak seluruh warga sekolah untuk memberikan dukungan terhadap inovasi yang dipaparkan dalam kegiatan tersebut.


Ia menilai program BCKS tidak hanya memberikan manfaat bagi sekolah, tetapi juga menjadi bagian dari proses pembentukan karakter dan peningkatan kapasitas calon pemimpin satuan pendidikan.


“Setidaknya ada dua keuntungan yang kita dapatkan. Pertama, program ini bisa memberikan dampak bagi sekolah SMAN 6 Palopo. Kedua, kegiatan ini juga menjadi proses pembentukan moral dan kepemimpinan sehingga nantinya peserta dapat berkembang dan dipercaya menjadi kepala sekolah,” jelasnya.


Ketua MKKS SMA Kota Palopo turut memberikan apresiasi terhadap pelaksanaan diseminasi tersebut. Ia mengaku bersama Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah XI seharusnya menghadiri kegiatan lain di Bua, namun menyempatkan diri hadir karena menilai kegiatan diseminasi BCKS sangat penting.


“Kami sebenarnya harusnya ada di Bua saat ini. Namun melihat kegiatan ini sangat penting, saya bersama Kepala Cabang Dinas menyempatkan waktu untuk hadir di sini sebelum melanjutkan perjalanan ke Bua,” ungkapnya.


Menurutnya, program BCKS merupakan salah satu program pemerintah yang dinantikan oleh para guru karena menjadi bagian dari proses pengembangan karier sekaligus peningkatan kompetensi kepemimpinan.


“Sebagai guru, tentu kita berharap suatu saat dapat menjadi pengawas atau kepala sekolah. Untuk itu, kita harus yakin bahwa setiap kegiatan yang kita ikuti merupakan sebuah proses yang mendewasakan kita dan membawa kita menuju tempat yang lebih tinggi,” tuturnya.


Sementara itu, Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah XI, Ridwan Syam, S.Sos., M.M., yang sekaligus membuka kegiatan secara resmi, menekankan bahwa persoalan pendidikan saat ini sangat kompleks sehingga membutuhkan kemampuan kepemimpinan yang adaptif dan inovatif.


“Saya selalu menyampaikan bahwa persoalan dalam dunia pendidikan sangat kompleks. Tantangan yang ada di satuan pendidikan juga sangat beragam. Karena itu, kita harus mampu melakukan pengelolaan dan menyusun strategi sesuai dengan aturan serta koridor yang telah ditentukan,” ujarnya.


Ridwan mengatakan, setiap insan pendidik harus memiliki keinginan dan motivasi untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan. Menurutnya, seorang guru pada dasarnya juga merupakan pemimpin, setidaknya bagi dirinya sendiri.


“Kita semua sebagai insan pendidik dan insan terdidik memiliki keinginan dan motivasi untuk selalu meningkatkan pendidikan. Kita semua adalah guru, minimal guru bagi diri sendiri dan pemimpin bagi diri kita sendiri,” katanya.


Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga profesionalisme dan memastikan setiap program pendidikan tetap berjalan sesuai aturan yang berlaku.


“Kita memiliki kewajiban untuk mengingatkan apabila ada sesuatu yang tidak sesuai dengan koridor yang ada. Karena itu, mari kita terus belajar, meningkatkan kompetensi dan menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab,” imbuhnya.


Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pemaparan proyek transformasi kepemimpinan sekolah bertajuk “Gemas Digital”, yang berfokus pada gerakan ekologi minim sampah melalui penggunaan tumbler, budidaya maggot serta pemanfaatan aplikasi Jejak Hijau.


Program tersebut diharapkan dapat memperkuat budaya peduli lingkungan di sekolah sekaligus menjadi inovasi yang memberikan dampak nyata terhadap kebersihan, karakter dan keterlibatan seluruh warga sekolah.


Ridwan juga mengajak seluruh peserta untuk senantiasa bersyukur serta memperkuat nilai-nilai keteladanan dalam menjalankan tugas sebagai insan pendidikan. Kegiatan ditutup dengan doa dan rangkaian agenda diseminasi program BCKS 2026.