A1News.id | PALOPO | — Pesantren Modern Datok Sulaiman (PMDS) Palopo, Sulawesi Selatan, turut mengikuti peluncuran Gerakan Nasional Gema Sholawat Kebangsaan yang digelar Kementerian Agama Republik Indonesia, Rabu, 26 Agustus 2026.
Kegiatan tersebut diikuti secara daring melalui Zoom Meeting dari Masjid Opu Daeng Risaju, kompleks PMDS Palopo bagian putri. Sekitar 800 santri dan ustadzah turut mengikuti rangkaian kegiatan yang berlangsung serentak bersama jajaran Kementerian Agama, pesantren, dan lembaga pendidikan keagamaan di berbagai daerah di Indonesia.
Dalam kegiatan tersebut, turut hadir perwakilan Kementerian Agama Kota Palopo, H.M. Arfah Syarifuddin, S.Pd.I., M.Pd.
Peluncuran Gema Sholawat Kebangsaan merupakan bagian dari rangkaian Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW Tingkat Nasional. Kegiatan nasional ini dipusatkan di Auditorium H.M. Rasjidi, Kementerian Agama RI, Jalan M.H. Thamrin, Jakarta, dan dilaksanakan secara hybrid.
Gerakan nasional tersebut mengusung tema “Cinta Rasulullah, Hidupkan Teladan, Tebarkan Rahmat”, dengan tagline “Bersholawat untuk Negeri, Meneladani Sirah Nabi.”
Gema Sholawat Kebangsaan merupakan gerakan membaca dan mengkhatamkan Dalā’il al-Khayrāt, salah satu khazanah sholawat yang telah diwariskan dari generasi ke generasi dalam tradisi keislaman.
Kementerian Agama menargetkan keterlibatan sebanyak 1.781.945 peserta dalam gerakan tersebut. Angka ini memiliki makna simbolik yang merujuk pada tanggal kemerdekaan Republik Indonesia, 17 Agustus 1945.
Setiap peserta diharapkan mengikuti satu siklus lengkap pembacaan Dalā’il al-Khayrāt, sehingga gerakan ini ditargetkan dapat menghasilkan jumlah khataman yang sama dengan jumlah peserta.
Rangkaian peluncuran di Jakarta diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, pembacaan ayat suci Al-Qur’an, pembacaan doa, laporan Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam, serta pemutaran video mengenai Imam Muhammad bin Sulaiman al-Jazuli dan karya Dalā’il al-Khayrāt.
Selanjutnya, dilakukan peluncuran Gerakan Nasional Gema Sholawat Kebangsaan dan Ijazah Kubra pembacaan Dalā’il al-Khayrāt yang melibatkan ulama dari Fes, Maroko, yakni Prof. Dr. Sidi Idris al-Fihri al-Fasi dan Syaikh Ismail al-Filali.
Kehadiran ulama dari Fes menjadi bagian penting dalam kegiatan tersebut, sekaligus memperkenalkan kembali khazanah keislaman yang telah diwariskan para ulama selama berabad-abad.
Bagi PMDS Palopo, keterlibatan para santri dan ustadzah dalam kegiatan nasional ini menjadi bagian dari upaya menghidupkan tradisi sholawat sekaligus menanamkan kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW.
Nilai yang ditekankan bukan hanya pada pembacaan sholawat sebagai kegiatan seremonial, tetapi juga bagaimana kecintaan kepada Rasulullah SAW diwujudkan melalui pemahaman terhadap sirah, akhlak, dan keteladanan beliau dalam kehidupan sehari-hari.
Pelaksanaan secara daring juga memungkinkan pesantren di berbagai daerah, termasuk PMDS Palopo, terhubung dalam satu momentum keagamaan nasional tanpa harus hadir secara fisik di Jakarta.
Dengan mengoptimalkan jaringan Kementerian Agama dan teknologi digital, Gema Sholawat Kebangsaan diharapkan mampu memperluas partisipasi masyarakat, menghidupkan tradisi sholawat, serta memperkuat semangat kebangsaan melalui keteladanan akhlak Nabi Muhammad SAW.
Kegiatan ini sekaligus menjadi momentum bagi para santri untuk memperkuat kecintaan kepada Rasulullah SAW, meneladani perjalanan hidup beliau, serta membawa nilai-nilai rahmat, persaudaraan, dan kebaikan dalam kehidupan bermasyarakat dan berbangsa.
