A1News.id Luwu, 18 Juni 2026 – PT Masmindo Dwi Area (MDA) bersama Universitas Cokroaminoto Palopo (UNCP) memperkuat upaya kesiapsiagaan masyarakat terhadap risikobencana melalui kegiatan Sosialisasi dan Inisiasi Desa Tangguh Bencana (DESTANA) di Desa Boneposi, Kecamatan Latimojong, Kabupaten Luwu, Jumat (12/6/2026).
Kegiatan yang melibatkan Forum Desa (FORDES) MATAPPA, Badan Penanggulangan
Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Luwu, pemerintah desa, tokoh masyarakat, dan
warga tersebut menjadi bagian dari pilar Jaga Keselamatan Desa dalam Program
Jaga Desa yang diresmikan oleh Bupati Luwu, H. Patahudding, S.Ag pada tanggal 5
Juni 2026.
Program ini merupakan tindak lanjut atas aspirasi masyarakat yang dihimpun melalui
FORDES MATAPPA, khususnya terkait pentingnya penguatan kapasitas masyarakat
dalam menghadapi potensi bencana di wilayah Latimojong.
Dalam kegiatan tersebut, tim Pusat Pengembangan dan Pengabdian Masyarakat
(PUSPENA) Universitas Cokroaminoto Palopo memaparkan hasil penelitian dan
pemetaan titik rawan bencana di Desa Boneposi, sekaligus memperkenalkan sistem
informasi geospasial berbasis web (WebGIS) yang dapat dimanfaatkan sebagai
media edukasi dan pendukung upaya mitigasi bencana di tingkat desa.
Kegiatan ini menjadi tahap awal dari rangkaian penguatan DESTANA di Boneposi.
Tahap berikutnya akan difokuskan pada penguatan kapasitas masyarakat dan
kelembagaan DESTANA melalui pelatihan kesiapsiagaan, penyusunan langkah
mitigasi, serta simulasi dan uji fungsi DESTANA guna memastikan kesiapan masyarakat dalam menghadapi berbagai potensi bencana.
"Kami melihat kesiapsiagaan bencana sebagai kebutuhan yang sangat penting bagi
masyarakat Latimojong. Karena itu, melalui Program Jaga Desa, khususnya pilar Jaga
Keselamatan Desa, kami bersama Pemerintah Kabupaten Luwu, FORDES, dan
Universitas Cokroaminoto Palopo berupaya memastikan masyarakat memiliki kapasitas yang lebih baik untuk mengenali risiko, melakukan mitigasi, dan merespons situasi darurat secara tepat," ujar Mustafa.
"Bagi kami, kegiatan ini juga menunjukkan bahwa aspirasi yang disampaikan
masyarakat melalui FORDES tidak berhenti sebagai masukan, tetapi dapat
ditindaklanjuti menjadi program yang memberikan manfaat nyata bagi desa,"
tambahnya.









