BENNER ATAS

 


Pelatihan Manajemen Pakan Murah dan Bergizi Digelar di Rantepao, Dorong UMKM Peternakan Lebih Efisien

Editor : SRL
Selasa, April 07, 2026 WIB Last Updated 2026-04-14T08:51:49Z

 

a1News.id, | Rantepao|, 7 April 2026 — Upaya peningkatan kapasitas pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di sektor peternakan terus dilakukan melalui pelatihan bertajuk “Manajemen Pakan Murah dan Bergizi untuk Peternakan Sukses: Dari Kandang Hingga Keuntungan”. 


Kegiatan ini berlangsung di aula perpustakaan Rantepao dan diikuti oleh sejumlah pelaku UMKM yang bergerak di bidang peternakan.


Pelatihan ini menghadirkan fasilitator Muflihana dan Muh. Al Fikri yang memberikan materi teknis serta pendampingan langsung kepada peserta.


 Ia menekankan pentingnya efisiensi biaya dan pengelolaan ternak berbasis praktik lapangan.

Dalam pelatihan tersebut, peserta mendapatkan panduan praktis terkait pengelolaan berbagai jenis ternak, mulai dari ayam, bebek, burung puyuh, kambing, sapi, hingga perikanan seperti lele, udang, dan belut. Selain itu, materi juga mencakup pemeliharaan hewan peliharaan bernilai ekonomi seperti kelinci, kucing, anjing, hingga hamster.


Materi pelatihan menekankan pentingnya fondasi utama dalam usaha peternakan, yakni menjaga kesehatan ternak dan stabilitas produksi. Peserta dibekali pengetahuan tentang standar kandang ideal, seperti sirkulasi udara yang baik, suhu yang stabil, serta kebersihan lingkungan yang harus dijaga secara rutin guna mencegah penyebaran penyakit.


Selain itu, aspek pencegahan penyakit juga menjadi perhatian, melalui penerapan vaksinasi sesuai jadwal, karantina ternak baru, serta deteksi dini terhadap gejala penyakit.


Dalam sesi manajemen pakan, peserta diperkenalkan pada strategi pemanfaatan pakan alternatif berbahan limbah pertanian dan produk samping industri, seperti jerami, daun singkong, dan ampas tahu. Metode ini dinilai mampu menekan biaya pakan hingga 40 persen.


Tak hanya itu, pelatihan juga mengajarkan teknik fermentasi sederhana menggunakan bahan seperti EM4 atau ragi untuk meningkatkan nilai nutrisi pakan, khususnya pada ternak kambing dan sapi.


Pada aspek produksi, peserta diberikan pemahaman mengenai pengelolaan siklus ternak, seperti ayam kampung unggul (KUB) yang memiliki potensi produksi telur mencapai 160–180 butir per ekor per tahun. Manajemen pemeliharaan dibagi dalam fase starter dan grower untuk memastikan pertumbuhan optimal.


Sementara itu, pada ternak kambing dan sapi, peserta diperkenalkan siklus reproduksi serta pentingnya manajemen pakan dalam menjaga produktivitas. Khusus sapi perah, disampaikan bahwa kebutuhan susu nasional masih didominasi impor, sehingga peluang usaha di sektor ini dinilai masih terbuka luas.


Dalam hal pemasaran, pelatihan ini juga mengulas strategi penentuan waktu penjualan ternak yang tepat, seperti menjelang hari raya keagamaan atau momen tertentu yang dapat meningkatkan permintaan dan harga jual.


Peserta juga diajarkan cara menghitung biaya produksi secara rinci, meliputi pakan, obat-obatan, tenaga kerja, hingga penyusutan kandang, sebagai dasar dalam menentukan harga jual dan margin keuntungan.


Melalui kegiatan ini, diharapkan pelaku UMKM peternakan dapat meningkatkan efisiensi biaya, menjaga kualitas produksi, serta mampu memanfaatkan peluang pasar secara optimal.


Pelatihan ini menegaskan bahwa keberhasilan usaha peternakan tidak hanya ditentukan oleh jumlah ternak, tetapi juga oleh manajemen yang tepat, mulai dari pemeliharaan, pakan, hingga strategi pemasaran, guna mencapai kesejahteraan pelaku UMKM secara berkelanjutan.

Komentar

Tampilkan

Berita Terkini