Kegiatan ini mengusung tema manajemen stok yang efektif agar usaha tidak mengalami kerugian.
yang dihadiri oleh 35 nasabah Mekaar, Kepala Unit Mekaar, serta tim dari PKSS. Acara dibawakan langsung oleh pemateri Muflihana dan Muh. Al fikri.
Dalam paparannya, fasilitator menekankan pentingnya manajemen stok yang efektif agar usaha tidak mengalami kerugian. Kunci utama yang disampaikan adalah memastikan barang cepat terjual sehingga modal dapat terus berputar.
"Manajemen stok adalah fondasi penting. Kita harus menghindari kelebihan stok yang menghabiskan modal dan ruang, serta mencegah adanya barang mati atau tidak laku," ungkap salah satu pemateri.
Beberapa poin strategi sukses berdagang yang disampaikan dalam pelatihan ini meliputi:
- Manajemen Stok: Prioritaskan barang cepat laku, hindari stok berlebih, dan lakukan pengecekan rutin agar perputaran uang tetap lancar dan keuntungan meningkat konsisten.
- Pencatatan Keuangan: Membuat catatan jual beli yang sederhana namun konsisten untuk mengetahui untung rugi dan mengontrol arus kas.
- Strategi Promo: Menerapkan promosi efektif dengan biaya minim seperti diskon, bundling, atau bonus produk untuk menarik minat pembeli.
- Pengelolaan Utang: Mengatur batas kredit pelanggan dan pencatatan piutang yang rapi demi keamanan modal usaha.
Selain manajemen umum, materi juga dikhususkan untuk usaha makanan dan minuman. Para peserta dibekali kemampuan teknis dan strategi pemasaran modern, antara lain:
1. Perhitungan HPP: Cara menghitung Harga Pokok Produksi secara akurat agar penentuan harga jual tepat dan menguntungkan.
2. Standar Rasa: Menjaga konsistensi kualitas dan rasa produk agar pelanggan puas dan loyal.
3. Kemasan Produk: Menggunakan kemasan yang menarik, higienis, dan aman untuk melindungi produk.
4. Penjualan Online: Strategi memanfaatkan platform digital seperti WhatsApp Business, Instagram, TikTok, hingga layanan pesan antar seperti ShopeeFood, Grab, dan GoJek untuk memperluas jangkauan pasar.
Kegiatan ini merupakan bagian dari program unggulan PNM yaitu Mba Maya, yang bertujuan memberikan pembekalan literasi keuangan, usaha, dan digital kepada nasabah ultra mikro. Program ini tidak hanya berfokus pada peningkatan skill usaha, tetapi juga penguatan kepemimpinan bagi perempuan agar lebih percaya diri dan mandiri.
Hadirnya dukungan dari PT Prima Karya Sarana Sejahtera (PKSS), anak perusahaan YKP BRI dan Dana Pensiun BRI yang bergerak di bidang pengelolaan SDM, turut memperkuat komitmen bersama dalam mendampingi nasabah agar usahanya dapat naik kelas dan berkelanjutan.
Dengan adanya pelatihan ini, diharapkan para pelaku usaha mikro di wilayah Towuti dapat mengelola bisnisnya secara profesional, meminimalisir risiko kerugian akibat stok menumpuk, dan mampu bersaing di era digital.
(Redaksi)











