BENNER ATAS

 


Optimalisasi Modal Mekaar, Pelatihan Perencanaan Usaha Tani Digelar di Desa Banyu Urip

Editor : SRL
Jumat, April 10, 2026 WIB Last Updated 2026-04-14T09:49:10Z


A1News.id | SUKAMAJU – Dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui sektor pertanian, kegiatan pelatihan bertajuk "Pertanian: Bertani Hemat Biaya, Panen Maksimal dan Perencanaan Usaha" berhasil digelar di Kantor Desa Banyu Urip, Sukamaju, pada Jumat (10/04/2026).

 

Acara ini difokuskan pada strategi pengelolaan usaha tani berbasis modal Mekaar yang efektif, guna membantu nasabah mengelola keuangan dan meningkatkan hasil produksi secara berkelanjutan.

 

Kegiatan ini dihadiri oleh Tim PKSS, Kepala Unit Mekaar, serta 35 nasabah Mekaar yang merupakan pelaku usaha mikro di bidang pertanian. Materi pelatihan disampaikan langsung oleh pemateri dan fasilitator, Adrian Utaryo dan Nurul Safitri Maksum.


Dalam pemaparannya, narasumber menekankan bahwa kunci keberhasilan usaha tani terletak pada kombinasi antara efisiensi biaya dan produksi yang cerdas. Hal ini bertujuan untuk meminimalkan kerugian pasca-panen serta meningkatkan nilai jual produk.

 


Beberapa poin penting yang disosialisasikan kepada para peserta antara lain:

 

1. Manajemen Pasca Panen: Penyimpanan yang baik dapat mengurangi kehilangan hasil hingga 20-30%. Teknik seperti penggunaan gudang yang berventilasi baik, rak bertingkat, serta penerapan sistem First In First Out (FIFO) sangat disarankan.


2. Peningkatan Kualitas: Sortasi atau pengelompokan hasil panen berdasarkan ukuran dan kualitas dapat meningkatkan harga jual sebesar 15-25%. Kemasan yang rapi dan standar kualitas yang konsisten menjadi kunci masuk ke pasar yang lebih baik.


3. Strategi Waktu Jual: Peserta diajarkan untuk memantau tren harga pasar dan menentukan waktu panen yang tepat. Menjual saat permintaan tinggi dan pasokan terbatas dinilai lebih menguntungkan dibandingkan menjual saat panen raya.


4. Diversifikasi Usaha: Untuk menambah sumber pendapatan, peserta diajak memanfaatkan hasil tani melalui tiga jalur: pembuatan olahan sederhana (seperti keripik atau sambal), penanaman selingan/tumpang sari, serta pemanfaatan produk turunan atau limbah menjadi kompos dan pakan ternak.

 

Sesi khusus juga diarahkan pada manajemen keuangan. Peserta diberikan panduan mengenai pembagian alokasi dana usaha agar perputaran uang tetap sehat.

 

Rekomendasi pembagian modal yang disarankan dalam pelatihan ini adalah:

 

- 50% untuk Input Produksi (benih, pupuk, obat-obatan).

- 20% untuk Penyimpanan dan Kemasan.

- 20% untuk Pengolahan dan Pemasaran.

- 10% untuk Cadangan Dana Darurat.

 

"Dengan perencanaan yang matang dan pencatatan yang rapi, diharapkan para petani dan pelaku usaha tidak hanya mampu bertahan, tetapi juga bisa mengembangkan usahanya secara mandiri dan berkelanjutan," ungkap salah satu fasilitator.

 

Kegiatan ditutup dengan harapan agar ilmu yang didapat dapat langsung diterapkan, sehingga produktivitas meningkat dan kesejahteraan keluarga pun semakin baik.

Komentar

Tampilkan

Berita Terkini