A1News.id | BURAU – Upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pengembangan sektor perikanan terus digencarkan. Pada hari Jumat, 10 April 2026, bertempat di Kantor Desa Burau, telah berlangsung kegiatan pelatihan bertema "Bertani Hemat Biaya, Panen Maksimal".
Kegiatan ini dihadiri oleh Tim PKSS, Kepala Unit Mekaar, serta 35 orang nasabah Mekaar yang antusias mengikuti seluruh rangkaian acara. Acara ini menghadirkan narasumber kompeten yaitu Adrian Utaryo dan Nurul Safitri Maksum selaku pemateri dan fasilitator.
Dalam paparannya, pemateri menekankan strategi budidaya ikan dengan siklus pendek yang menawarkan keuntungan besar namun dengan risiko yang minim. Konsep utama yang disampaikan adalah bagaimana peternak bisa mendapatkan kembali modal dalam waktu singkat, yakni berkisar antara 2 hingga 4 bulan, sehingga perputaran usaha dapat berjalan lebih cepat.
Adrian Utaryo menjelaskan bahwa kunci keberhasilan budidaya ikan modern terletak pada pemilihan jenis ikan yang tepat dan manajemen yang baik.
"Kami mengajarkan bahwa budidaya ikan tidak harus selalu modal besar dan rumit. Dengan memilih ikan yang pertumbuhannya cepat, tahan penyakit, dan memiliki nilai jual tinggi, keuntungan bisa didapatkan secara maksimal," ujar Adrian.
Beberapa jenis ikan yang direkomendasikan dalam pelatihan ini antara lain Lele (panen 2-3 bulan), Nila (panen 3-4 bulan), dan Patin (panen 4-6 bulan). Ketiga jenis ikan ini dinilai sangat potensial karena memiliki pasar yang stabil dan permintaan yang terus tinggi di masyarakat.
Selain pemilihan bibit, materi juga fokus pada manajemen operasional yang efisien. Peserta diajarkan teknik persiapan kolam yang benar, pengelolaan kualitas air, hingga strategi pemberian pakan yang tepat guna menekan biaya produksi tanpa mengurangi kualitas hasil panen.
Sesi selanjutnya yang disampaikan oleh Nurul Safitri Maksum menyoroti pentingnya pengendalian penyakit dan manajemen pascapanen. Menurutnya, menjaga kualitas air dan kebersihan kolam adalah kunci utama untuk mencegah wabah penyakit yang bisa merugikan peternak.
"Pencegahan jauh lebih baik daripada pengobatan. Oleh karena itu, pemantauan rutin terhadap pH air, suhu, dan perilaku ikan harus menjadi kebiasaan," tegas Nurul.
Tak kalah penting, peserta juga dibekali ilmu tentang teknik panen yang benar agar kualitas ikan tetap terjaga, mulai dari waktu panen yang tepat, penanganan ikan yang hati-hati, hingga penyimpanan menggunakan suhu dingin (es) agar kesegaran ikan terjaga hingga sampai ke tangan konsumen.
Strategi pemasaran juga menjadi bahasan menarik, di mana peserta diajarkan cara memaksimalkan keuntungan dengan melakukan sortasi ukuran ikan dan memanfaatkan momen-momen tertentu seperti hari raya atau akhir pekan untuk mendapatkan harga jual yang lebih baik.
Kepala Unit Mekaar yang hadir dalam kesempatan tersebut menyampaikan apresiasinya terhadap terselenggaranya kegiatan ini. Ia berharap ilmu yang didapat dapat langsung dipraktikkan oleh para nasabah sehingga dapat meningkatkan pendapatan ekonomi keluarga.
Sementara itu, para peserta tampak sangat antusias dan aktif bertanya terkait teknis budidaya. Mereka berkomitmen untuk menerapkan ilmu yang telah didapat demi mencapai target "Cepat Panen, Minim Risiko, dan Untung Maksimal".
Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan masyarakat Desa Burau semakin mandiri dan mampu mengembangkan usaha budidaya ikan sebagai salah satu sumber penghasilan yang menjanjikan.











