A1News.id | Luwu | 8 Juni 2026 – Bupati Luwu, H. Patahudding, S.Ag., secara resmi meluncurkan
Program Jaga Desa dalam kegiatan Penguatan FORDES Matappa dan Program Jaga
Desa yang diselenggarakan melalui kolaborasi Pemerintah Kabupaten Luwu dan PT
Masmindo Dwi Area (MDA), Kamis (4/6/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri unsur Forkopimda Kabupaten Luwu, Pokja Percepatan
Investasi, para Camat, Lurah dan kepala desa, Ketua dan pengurus FORDES Matappa
dari 21 desa wilayah operasional, akademisi, calon peserta pelatihan vokasi Disnaker,
serta berbagai pemangku kepentingan lainnya.
Dalam kesempatan tersebut, Pemerintah Kabupaten Luwu dan MDA juga
menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) tentang penguatan kelembagaan dan
peningkatan kesejahteraan masyarakat desa pada jalur mobilisasi pertambangan.
Peluncuran Program Jaga Desa menjadi bagian dari upaya memperkuat FORDES
Matappa yang sejak November 2025 telah menjadi wadah aspirasi masyarakat desa
dalam menyampaikan kebutuhan, harapan, dan usulan pembangunan secara lebih terstruktur.
Melalui forum tersebut, berbagai aspirasi masyarakat berhasil dihimpun
dan mulai ditindaklanjuti bersama oleh Pemerintah Kabupaten Luwu dan MDA.
Program Jaga Desa merupakan tindak lanjut dari berbagai aspirasi masyarakat yang
dihimpun melalui FORDES Matappa. Program ini dijalankan melalui tiga pilar utama,
yaitu Jaga Stabilitas Desa, Jaga Masa Depan Desa, dan Jaga Keselamatan Desa.
Pada pilar Jaga Stabilitas Desa, program difokuskan pada penguatan FORDES
Matappa sebagai wadah aspirasi masyarakat, pelaksanaan Sirampun atau rembug
warga secara berkala, pembentukan Pos Pemantauan Terpadu, program padat karya,
penanaman pohon, serta penguatan peran Kader Jaga Mobilisasi di desa-desa
wilayah operasional.
Sementara itu, pada pilar Jaga Masa Depan Desa, MDA bersama Pemerintah
Kabupaten Luwu akan memulai program pelatihan vokasi bagi 90 pemuda dan
pemudi dari 21 desa. Program yang dimulai pada 8 Juni 2026 tersebut mencakup lima
bidang pelatihan, yaitu Teknisi AC, Mekanik Otomotif, Teknisi Listrik, Asisten Cook, dan
Housekeeping.
Pilar Jaga Masa Depan Desa dirancang untuk memperkuat kualitas sumber daya
manusia dan kemandirian ekonomi masyarakat melalui pelatihan vokasi, sertifikasi
kompetensi, program magang, serta pendampingan usaha dan pemberdayaan
UMKM.
Pada pilar Jaga Keselamatan Desa, MDA kembali menggandeng Pusat Studi
Pemetaan dan Bencana (Puspena) Universitas Cokroaminoto Palopo (UNCP) dan
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Luwu untuk memperkuat
Program Desa Tangguh Bencana (DESTANA) melalui pelatihan kebencanaan, simulasi
rutin, penguatan posko tanggap bencana, serta peningkatan kesiapsiagaan
masyarakat menghadapi berbagai potensi risiko bencana.
Bupati Luwu, H. Patahudding, mengatakan, "FORDES Matappa telah menunjukkan
bahwa aspirasi masyarakat dapat menjadi dasar lahirnya program-program yang
bermanfaat bagi desa. Karena itu saya mendukung penguatan forum ini agar
perannya semakin besar dalam mengawal pembangunan dan pemberdayaan
masyarakat.
Saya mengajak seluruh pihak untuk terus menjaga kolaborasi ini. Mari kita kawal
bersama Program Jaga Desa dan kita dukung investasi yang sedang berjalan agar
segera beroperasi dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat
Kabupaten Luwu," ujar Patahudding.
Direktur Utama MDA, Trisakti Simorangkir, mengatakan Program Jaga Desa menjadi
bagian dari upaya perusahaan untuk terus memperbaiki pendekatan dalam
menyusun dan menjalankan program pemberdayaan masyarakat.
"Jika sebelumnya banyak program dirancang dari perspektif perusahaan lalu dibawa
ke masyarakat, hari ini kami berupaya membalik pendekatan tersebut. Kami memulai
dari aspirasi masyarakat terlebih dahulu, kemudian bersama-sama
menerjemahkannya menjadi program yang dapat dijalankan.
FORDES Matappa membantu kami lebih banyak mendengar sebelum bertindak,
memahami lebih dalam sebelum memutuskan, dan menyusun program berdasarkan
kebutuhan yang benar-benar dirasakan masyarakat desa. Program Jaga Desa lahir
dari proses itu. Ini bukan program yang disusun perusahaan untuk masyarakat,
melainkan program yang tumbuh dari aspirasi masyarakat dan kemudian didukung
bersama oleh Pemerintah Kabupaten Luwu dan MDA," kata Trisakti.
Kepala Kejaksaan Negeri Luwu, Muhandas Ulimen, menegaskan bahwa keberhasilan
FORDES Matappa dan Program Jaga Desa sangat ditentukan oleh kemampuan seluruh pihak untuk membangun sinergi dan menempatkan kepentingan masyarakat sebagai tujuan bersama.
"Kepentingan umum harus ditempatkan di atas kepentingan kelompok maupun
individu. Kejaksaan siap mengawal dari sisi penegakan hukum dan kepastian hukum
guna memastikan investasi di Kabupaten Luwu dapat tumbuh dan berkembang
dengan baik serta memberikan manfaat bagi masyarakat," ujar Muhandas Ulimen.
Sementara itu, Kapolres Luwu AKBP Adnan Pandibu berharap manfaat Program Jaga
Desa benar-benar dapat dirasakan oleh masyarakat.
"FORDES Matappa harus berani berada di depan, mengawal berbagai program yang
telah disepakati bersama, sekaligus menjadi jembatan komunikasi antara
masyarakat, pemerintah, dan perusahaan," ujar Adnan Pandibu.
Melalui Program Jaga Desa, Pemerintah Kabupaten Luwu dan MDA berharap
kolaborasi antara masyarakat, pemerintah daerah, dan perusahaan semakin kuat
sehingga pembangunan dan program pemberdayaan masyarakat dapat berjalan
lebih terarah, tepat sasaran, dan berkelanjutan.







