BENNER ATAS

 


PNM Mekaar Gelar Pelatihan HPP di Wotu untuk Meningkatkan Keterampilan Usaha Nasabah

Editor : SRL
Rabu, April 08, 2026 WIB Last Updated 2026-04-14T02:48:48Z


A1
news
.id | Wotu,– Kegiatan pembinaan ekonomi masyarakat digelar di Kantor Desa Arolipu, Kecamatan Wotu, pada Rabu (8/4/2026). Acara ini mengusung tema strategi usaha makanan dan minuman dengan fokus utama pada cara menghitung Harga Pokok Produksi (HPP) yang benar agar usaha tidak mengalami kerugian.

 

Kegiatan ini menghadirkan Adrian Utaryo dan Nurul Safitri Maksum sebagai pemateri serta fasilitator. Acara dihadiri oleh anggota Tim PKKS, Kepala Unit Mekar, serta 35 orang Nasaba Mekar yang antusias mengikuti seluruh rangkaian acara.

 


Dalam paparannya, narasumber menekankan bahwa HPP adalah total biaya yang dikeluarkan untuk menghasilkan satu unit produk, yang meliputi biaya bahan baku, tenaga kerja, dan biaya operasional tambahan seperti listrik, gas, dan kemasan.

 

"Dengan menghitung HPP yang tepat, pelaku usaha dapat menentukan harga jual yang kompetitif namun tetap menguntungkan. Kesalahan dalam perhitungan ini seringkali membuat usaha terlihat laku keras namun sebenarnya merugi dalam jangka panjang," ungkap Adrian Utaryo dan Nurul Safitri Maksum dalam materi penyampaiannya.

 

Dalam sesi tersebut juga diberikan contoh perhitungan sederhana. Misalnya, jika total biaya produksi untuk 10 cup minuman adalah Rp60.000, maka HPP per cup adalah Rp6.000. Harga jual harus ditetapkan di atas angka tersebut untuk mendapatkan keuntungan yang layak.

 


Selain soal modal, peserta juga dibekali pengetahuan tentang pentingnya standarisasi rasa. Konsistensi rasa menjadi kunci agar pelanggan merasa puas dan kembali lagi. Oleh karena itu, penggunaan takaran yang pasti dalam resep baku sangat dianjurkan.

 

Aspek kemasan juga tidak luput dari perhatian. Kemasan yang menarik, higienis, dan aman (food grade) berfungsi tidak hanya melindungi produk, tetapi juga meningkatkan nilai jual dan daya tarik di mata konsumen.


Di era digital ini, strategi penjualan juga menjadi bahasan penting. Para peserta diajak untuk memaksimalkan penjualan secara online melalui berbagai platform seperti WhatsApp Business, Instagram, hingga aplikasi ojek online. Tips fotografi produk dan penyusunan caption yang informatif juga disampaikan agar produk lebih mudah dikenal dan menarik minat pembeli.

 

Kegiatan berlangsung kondusif dan mendapatkan antusiasme positif dari seluruh peserta. Diharapkan dengan ilmu yang didapat dari para pemateri, para pelaku usaha di Desa Arolipu dapat mengembangkan bisnisnya menjadi lebih sehat, mandiri, dan berkelanjutan. 


(Red)

Komentar

Tampilkan

Berita Terkini