Kegiatan ini dihadiri oleh Tim PKSS, Kepala Unit Mekaar, serta diikuti oleh 35 nasabah setia. Acara berlangsung interaktif dengan menghadirkan pemateri dan fasilitator, Muflihana dan Muh. Alfikri, yang membagikan ilmu praktis bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Dalam paparannya, materi pelatihan difokuskan pada panduan praktis mengelola usaha peternakan, mulai dari persiapan kandang hingga perhitungan keuntungan. Peserta diberikan pemahaman mengenai pentingnya menjaga kesehatan ternak melalui manajemen kandang yang ideal, sirkulasi udara yang baik, serta kebersihan yang menjadi kunci utama mencegah penyebaran penyakit.
Selain aspek teknis budidaya, peserta juga dikenalkan dengan strategi efisiensi biaya produksi. Salah satu poin penting yang disampaikan adalah pemanfaatan pakan alternatif dan teknik fermentasi sederhana. Dengan mengolah limbah pertanian atau produk samping industri menjadi pakan bernutrisi, biaya operasional dapat ditekan hingga signifikan, sehingga margin keuntungan dapat dimaksimalkan.
Tidak hanya soal produksi, peserta juga dibekali ilmu manajemen siklus usaha dan strategi pemasaran. Materi mencakup cara mengatur siklus produksi sesuai jenis ternak, serta pentingnya membaca momen pasar yang tepat, seperti menjelang hari raya atau event lokal, untuk mendapatkan harga jual terbaik.
"Kami berharap melalui pelatihan ini, para nasabah tidak hanya memiliki semangat berwirausaha, tetapi juga dibekali pengetahuan teknis dan manajemen yang tepat agar usaha dapat berkembang berkelanjutan," ujar salah satu fasilitator.
Kegiatan ini ditutup dengan harapan agar ilmu yang didapat dapat segera diaplikasikan. Dengan penerapan manajemen yang tepat, produksi yang stabil, dan strategi jual yang cerdas, diharapkan dapat mendorong kesejahteraan nasabah serta mendukung ketahanan pangan di daerah.
(Redaksi)











