A1News.ID, Anggeraja, 9 April 2026 — Upaya pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui sektor pertanian kembali dilakukan melalui pelatihan usaha bagi nasabah Mekaar yang digelar di Kantor Lurah Anggeraja.
Kegiatan ini dihadiri oleh Ibu Lurah, tim PT Prima Karya Sarana Sejahtera (PKSS), Kepala Unit Mekaar, serta 35 nasabah Mekaar.
Pelatihan mengusung tema “Bertani Hemat Biaya, Panen Maksimal” dengan fokus pada peningkatan kapasitas pelaku UMKM sektor pertanian dalam mengelola usaha secara efisien dan berkelanjutan.
Para peserta mendapatkan berbagai materi strategis yang bertujuan menekan biaya produksi sekaligus meningkatkan hasil panen.
Pemateri dari PT PKSS, Adrian Utaryo dan Nurul Safitri Maksum, menekankan bahwa keberhasilan petani UMKM sangat ditentukan oleh kemampuan dalam mengelola biaya dan produksi secara cerdas.
“Kunci utamanya adalah bagaimana petani mampu menekan kehilangan hasil, meningkatkan mutu produk, serta menentukan waktu jual yang tepat agar memperoleh harga optimal,” ujar Adrian dalam sesi pelatihan.
Materi yang disampaikan mencakup strategi praktis dalam menekan biaya produksi, meningkatkan hasil panen, hingga menciptakan sumber penghasilan tambahan berbasis usaha tani.
Peserta juga dibekali pemahaman mengenai manajemen pascapanen, seperti teknik penyimpanan yang efisien.
Melalui penerapan metode sederhana, seperti penggunaan gudang berventilasi, rak bertingkat, serta sistem rotasi stok first in first out (FIFO), kehilangan hasil panen dapat ditekan hingga 20–30 persen.
Selain itu, aspek sortasi produk turut menjadi perhatian, di mana hasil tani yang disortir berdasarkan ukuran, warna, dan tingkat kerusakan dinilai mampu meningkatkan nilai jual hingga 15–25 persen.
Dalam aspek pemasaran, peserta diarahkan untuk lebih cermat membaca tren harga dan menentukan waktu panen. Petani dianjurkan menjual produk pada saat permintaan pasar meningkat, bukan ketika pasokan melimpah, guna memperoleh keuntungan yang lebih optimal.
Tak hanya itu, pelatihan ini juga mendorong diversifikasi usaha melalui tanam sela dan pengolahan produk turunan. Strategi tersebut dinilai mampu memperkuat ketahanan ekonomi petani dengan menambah sumber pendapatan, sekaligus memanfaatkan limbah hasil tani menjadi produk bernilai, seperti kompos, pakan ternak, maupun bahan bakar alternatif.
Pada sesi perencanaan usaha, peserta juga diajarkan mengelola modal Mekaar secara efektif melalui pembagian alokasi biaya, perencanaan siklus tanam, serta pencatatan keuangan sederhana. Langkah ini diharapkan dapat menjaga stabilitas arus kas dan meningkatkan keberlanjutan usaha tani.
Melalui pelatihan ini, nasabah Mekaar di wilayah Anggeraja diharapkan mampu mengembangkan usaha pertanian yang lebih produktif, efisien, dan berdaya saing, sekaligus meningkatkan kesejahteraan ekonomi keluarga









