BENNER ATAS

 


Pelatihan 'Bertani Hemat Biaya' di Sabbang: Para Peternak Belajar Cara Maksimalkan Perputaran Modal

Editor : SRL
Jumat, April 10, 2026 WIB Last Updated 2026-04-14T10:23:55Z


A1News.id | SABBANG – Kegiatan pelatihan bertema "Bertani Hemat Biaya, Panen Maksimal" sukses digelar di Kantor Desa Salu Lemo, Sabbang, pada Jumat, 10 April 2026. Acara ini dihadiri oleh Tim PKSS, Kepala Unit Mekaar, serta 35 nasabah Mekaar, dengan menghadirkan Adrian Utaryo dan Nurul Safitri Maksum sebagai pemateri dan fasilitator.

 

Pelatihan ini berfokus pada penerapan metode budidaya ikan dengan siklus pendek yang dirancang untuk meminimalkan risiko sekaligus memaksimalkan keuntungan, terutama bagi pemula dan peternak skala kecil.



Menurut materi yang disampaikan, budidaya ikan dengan waktu panen singkat memiliki sejumlah manfaat strategis:

 

- Perputaran modal cepat: Investasi dapat kembali dalam waktu 2-4 bulan, sehingga siklus budidaya bisa diulang lebih sering.

- Risiko rendah: Waktu pemeliharaan yang singkat mengurangi kemungkinan terjadinya wabah penyakit dan kematian massal.

- Pasar stabil: Kebutuhan masyarakat akan protein hewani selalu tinggi, menciptakan permintaan yang konsisten sepanjang tahun.

- Mudah dijalankan: Proses relatif sederhana dan tidak memerlukan keahlian teknis tinggi maupun investasi besar untuk memulai.


Pemateri menekankan pentingnya memilih jenis ikan yang sesuai dengan kriteria berikut: pertumbuhan cepat, tahan terhadap penyakit, perawatan mudah, harga pasar stabil, dan kompatibel dengan kondisi lokal.

 


Beberapa jenis ikan yang direkomendasikan antara lain:

 

- Lele: Panen dalam 2-3 bulan, sangat tahan banting dan bisa memakan berbagai jenis pakan.

- Nila: Panen dalam 3-4 bulan, daging enak dan bernutrisi tinggi.

- Patin: Panen dalam 4-6 bulan, memiliki harga jual premium dengan tekstur daging yang lembut.


Dalam pelatihan juga dibahas langkah-langkah kunci dalam manajemen budidaya, antara lain:


- Persiapan: Bersihkan kolam dari sisa budidaya sebelumnya, buang lumpur, dan sterilkan menggunakan kapur atau kaporit.

- Pengisian air: Isi dengan air bersih dan diamkan selama 3-5 hari agar klorin menguap dan ekosistem air menjadi stabil.

- Pengecekan parameter: Pastikan pH air berada pada kisaran 6,5-8, suhu 26-30°C, dan kadar oksigen terlarut cukup sebelum menebar benih.

- Penebaran benih: Lakukan dengan kepadatan yang sesuai kapasitas kolam untuk menghindari overstocking.

 

Tersedia juga pilihan jenis kolam sesuai kebutuhan dan anggaran, seperti kolam tanah (biaya rendah), kolam terpal (mudah dipindah), dan kolam beton (tahan lama dan kontrol maksimal).

 

Manajemen Pakan

 

Pakan merupakan komponen biaya terbesar, sehingga pengelolaan yang tepat sangat penting. Beberapa tips yang disampaikan:

 

- Beri pakan 2-3 kali sehari, pada waktu pagi (06.00-07.00) dan sore (16.00-17.00).

- Sesuaikan ukuran pakan dengan ukuran ikan (pelet kecil untuk benih, besar untuk ikan dewasa).

- Hindari overfeeding karena sisa pakan dapat menurunkan kualitas air.


Pencegahan lebih baik daripada pengobatan. Faktor penyebab penyakit antara lain air kotor, kepadatan ikan yang terlalu tinggi, dan kontaminasi. Langkah pencegahan yang disarankan:

 

- Lakukan pemantauan rutin terhadap kualitas air setiap hari.

- Bersihkan sisa pakan dan kotoran di kolam setiap 2 minggu sekali.

- Karantina benih baru selama 3-5 hari sebelum dimasukkan ke kolam utama.

 

Peserta juga diajarkan mengenali tanda-tanda ikan sakit, seperti nafsu makan menurun, perilaku berenang tidak normal, perubahan warna tubuh, atau munculnya luka dan bercak. Jika terdeteksi, segera pisahkan ikan yang sakit dan konsultasikan dengan ahli perikanan.


Agar kualitas ikan dan nilai jual tetap terjaga, proses panen harus dilakukan dengan benar:

 

- Lakukan panen pada pagi atau sore hari untuk menghindari stres akibat suhu tinggi.

- Gunakan jaring yang lembut agar ikan tidak terluka.

- Segera dinginkan ikan dengan suhu 0-4°C menggunakan es batu untuk menjaga kesegaran.

- Simpan di tempat yang terlindung dari sinar matahari langsung.


Selain teknik budidaya, peserta juga dibekali strategi untuk mendapatkan harga jual yang lebih baik:

 

- Sortasi ukuran: Pisahkan ikan berdasarkan ukuran, karena ikan berukuran besar biasanya memiliki harga lebih tinggi.

- Pilih waktu panen yang tepat: Jual saat permintaan pasar tinggi, seperti menjelang hari raya, akhir pekan, atau acara khusus.

- Panen bertahap: Jangan panen semua sekaligus, melainkan bagi menjadi 2-3 tahap untuk memperlancar perputaran modal dan meminimalkan risiko.


Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan pengetahuan dan keterampilan praktis bagi para peserta agar dapat mengembangkan usaha budidaya ikan yang lebih efisien dan menguntungkan.

 

"Kami berharap ilmu yang didapat hari ini bisa langsung diterapkan. Mulailah dari skala kecil, pelajari dari pengalaman, dan kembangkan secara bertahap. Jangan ragu untuk berkonsultasi dengan penyuluh perikanan lokal jika membutuhkan bantuan teknis," ujar salah satu fasilitator.

 

Dengan penerapan metode yang tepat, budidaya ikan tidak hanya menjadi sumber pendapatan yang menjanjikan, tetapi juga berkontribusi dalam memenuhi kebutuhan pangan masyarakat.

Komentar

Tampilkan

Berita Terkini